"THANKS TO TRUMP"

"THANKS TO TRUMP"

-Indra Yadi Muin


Belum lama ini, ummat islam indonesia dipersatukan oleh Allah melalui fenomena-fenomena keji yang terjadi dalam negara kita tercinta, Indonesia. Sehingga seluruh ulama dan habaib berhasil menyatukan platform ummat menjadi barisan yang begitu kokoh dan tak mudah diruntuhkan.

Hanya melalui pernyataan "...Jangan mau dibohongi pake Al-Maidah ayat 51..." gelora semangat ummat menggeliat hingga ke pelosok nusantara. Seolah-olah seluruh rakyat indonesia (bukan hanya muslim) menangis tersedu-sedu dan meratapi pilunya negeri ini.

"Malang niang bangsa ini, di negeri pancasilais ini, ada pejabat negeri yang takut tak terpilih karena ayat ayat suci"

Begitulah kira-kira bunyi argumentasi dari ibunda kita, bentuk kekecawaan ibu pertiwi.

Namun dari keresahan ibu pertiwi, ada kesan positif yang tak bisa disembunyi. Persatuan ummat islam yang tak terbendung dan kian membumi terdengar hingga kini. Hingga beberapa fenomena yang tak bisa dipungkiri, seperti 411,  212 dan reuninya merupakan bagian kebangkitan islam yang rahmatan lilalamin.

Fenomena itu mengisyaratkan ; “Dan berpegang teguhlah kamu dengan tali (agama) Allah, dan jangan sekali-kali kamu bercerai berai.” (QS. Ali Imran: 102)

Sehingga layaklah kita mengucapkan terimakasih pada saudara Basuki yang telah mendorong nurani ummat dalam persatuan. Namun dibalik itu semua, tentulah tidak terlepas dari skenario terbaik yang Allah siapkan untuk Islam. Agama sempurna milik-Nya.

Menyongsong persatuan ummat islam, lagi-lagi Allah mengirimkan Trump untuk menjadi alasan persatuan selanjutnya. Seperti isyarat ilahiah, Ummat islam indonesia seakan akan diberitahu bahwa saatnya melalui level selanjutnya. Yakni melawan kedzaliman yang dipertontonkan oleh dunia.

Melalui pernyataan presidennya Donald Trump ; "I have determined that it is time to officialy recognize Jerussalem as the capital of Israel". Pemerintah United State of America resmi mengakui yerusalem atau Al-Quds sebagai ibu kota negara israel.

Al-Quds atau yerussalem adalah alasan berkonfliknya Rakyat palestina dan israel. Yerusalem merupakan geografi sakral dari tiga agama yakni Islam, Kristen dan Yahudi. 

Yerusalem silih berganti dikuasai oleh imperium-imperium besar, mulai dari Romawi, Makedonia, Babilonia, Assiria, Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, Tentara Salib, Ayyubiyah, Fathimiyah, dan terakhir Turki Utsmani.
Yerusalem pernah hancur berkali-kali dan dibangun berkali-kali oleh masing-masing pihak yang mengaku bahwa disanalah kota suci mereka.

Yahudi mengklaim bahwa Yerusalem (terutama Bukit Zion) merupakan kuil peninggalan Sulaiman. Kristen mengklaim bahwa di sinilah Yesus disalibkan. Sedangkan Islam meyakini bahwa tempat inilah titik awal Muhammad saw naik ke langit untuk bertemu Tuhan bahkan (Masjidil Aqsa) pernah menjadi kiblat pertama.

Ada masa-masa damai dan penuh toleransi, seperti pada zaman Umar bin Khattab ra, era Shalahuddin al Ayyubi, maupun era Turki Utsmani. Shalahuddin mengizinkan kaum Yahudi untuk tinggal dan mengurusi kuil suci/tembok barat, sedangkan Utsmani malah menganjurkan kaum Yahudi di diaspora untuk berbondong-bondong bermukim di Yerusalem. Selebihnya lebih banyak diliputi oleh perselisihan, pertikaian, hingga konflik berdarah.

Dalam rangka memperebutkan geografi sakral di antara tiga agama, jutaan nyawa manusia melayang sia-sia dari ketiga pihak akibat perselisihan dan peperangan yang berkepanjangan. Pembantaian Romawi dan Babilonia terhadap kaum Yahudi, Perang Salib, hingga era sekarang konflik Israel-Palestina yang tak berkesudahan, telah meninggalkan begitu banyak korban jiwa, harta, dan tanah air.
Karena itu, tidak ada lagi alasan ummat islam dunia untuk berdiam diri, berpangku tangan dan menyaksikan air mata saudara-saudara kita, Muslim palestina, jatuh begitu saja.

Misi yahudi atau zionis sebenarnya bukan hanya tentang kuil suci mereka, melainkan mereka meyakini bahwa mesias akan turun apabila yang menguasai yerusalem adalah yahudi. Oleh nya mereka tengah mempersiapkan kedatangan mesias mereka (Dajjal dalam Islam)

Dengan dikuasainya yeŕussalem oleh yahudi, maka kita dapat berkesimpulan bahwa sudah sangat dekat waktu kedatangan Dajjal.

Olehnya itu, semoga Ummat islam dunia dapat bersatu dan kembali dalam jàlan Allah untuk memerangi musuh Allah. Jika ummat bersatu, saatnya berterimakasih pada Trump.
We have to say thanks to trump.

Inilah tanda-tanda akan datangnya Al-Masih Ad-Dajjal, pembohong terbesar dalam peradaban dunia.

“Tidak ada antara penciptaan Adam dan hari kiamat makhluk yang lebih besar dari Dajjal (dalam satu riwayat: fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal).” (HR. Muslim no. 2946)

(Semoga Allah menjauhkan kita dari fitnahnya.)

Dimana setiap makhluk akan tunduk dan patuh terhadapnya. Dan tidak ada satu orangpun yang mampu lari dari hipnotisnya.
Hingga seluruh manusia yang tak beriman mengakuinya sebagai Tuhan.
Naudzubillah...

Olehnya itu, saudara seiman dan setanah air. Saatnya kita menyuarakan kebenaran, meminimalisir kezaliman. Menyatukan platform kembali dalam melawan ketidak-adilan yang dirasakan oleh saudara saudari kita.
Inilah jalan Tuhan, ummat islam harus kembali bersatu. Menunggu datangnya Al-Mahdi.

“Sungguh bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezhaliman dan kesemena-menaan telah penuh, maka Allah akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari ummatku (dalam hadits lain keturunanku), namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapak ku. Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan sedikitpun dari tetesan airnya, dan bumi tidak akan menahan sedikitpun dari tanam-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun atau 8 tahun, dan paling lama 9 tahun”.

(HSR Thabrani, Al Bazzar, dan Abu Nu’aim. Dishahihkan oleh Imam As Suyuthi dalam Al Jami’ dan disetujui keshahihannya oleh al albani)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages