"[ MASIH & SELALU ] ANAK BAWANG ! "
Pertengahan tahun 2022, saya pernah berada dalam kebimbangan yang cukup besar bagi hidup dan masa depan sendiri. Saat itu, saya masih menjadi seorang perawat bedah di salah satu Rumah Sakit di Kota Surabaya. Rumah Sakit yang cukup prestidge di kalangan tenaga kesehatan kala itu. Karena setiap kali ada pengumuman open recruitment dari Rumah Sakit ini, meskipun alokasi tenaga yang dibutuhkan hanya puluhan orang atau bahkan tak sampai. Hampir dapat dipastikan selalu ada ribuan orang yang masukkan lamaran kerja nya. Miris sekali, namun inilah realita hidup yang harus kita hadapi dengan penuh lapang dada. Syukurnya, dari beberapa ribu orang yang sedang berkompetisi ini, saya pernah menjadi yang terpilih. dan tanpa orang dalam tentunya, ditengah mayoritas yang lulus memiliki relasi manajemen atau petinggi rumah sakit wkwk.
Sudah dua tahun belajar dan menimba banyak ilmu di Rumah Sakit ini, tidak banyak yang berubah semenjak pertama kali bergabung dan bekerja. Hampir monoton dengan rutinitas yang sama, tekun belajar dan bekerja selayaknya karyawan umumnya, bedanya hanya ini adalah rumah sakit dan di unit kamar operasi, setiap hari berhadapan dengan kesumba, merah-merah dan bau daging manusia.
Dua tahun penuh ilmu dan pelajaran, karena setiap tindakan sebagai perawat bedah harus mengerti banyak hal. Mulai dari sterilisasi, instrumentasi, surgical tehnique dan banyak hal lainnya yang tentunya tidak dapat saya uraikan semuanya di artikel ini, akan terkesan sebagai artikel ilmiah nantinya wkwk. Namun dalam karier keperawatan, dua tahun merupakan waktu yang masih premature menjadi seorang perawat yang cakap sebagai asisten bedah, dianggap terlalu muda dan belum siap mental katanya.
Tetiba datang tawaran dari seorang rekan, untuk menawarkan saya menjadi Marketing Staff hybrid Clinical Specialist di salah satu perusahaan untuk coverage area Sulawesi. Bagi yang belum mengetahui, Clinical Specialist merupakan seorang yang memiliki kemampuan asistensi bedah klinik dalam bidang tertentu, dalam hal ini saya ditawari menjadi seorang salesman alat dan implan orthopedi.
Pada saat tawaran ini datang, tentu saya banyak meminta pendapat dan pandangan. terutama dari senior-senior dan sosok yang saya anggap sebagai mentor di kamar bedah. Namun banyak respon negatif yang saya terima, bahkan cenderung mempertanyakan keputusan saya apabila menerima penawaran tersebut. Sebetulnya, saya paham bahwa banyak dari mereka cukup khawatir bila saya akan membuat keputusan yang salah.
"Masih banyak hal yang harus kamu pelajari disini !"
"Di Kamar bedah saja masih anak bawang...!"
ada begitu banyak suara sumbang yang saya dengar kala itu. Mungkin hanya segelintir orang yang mengapresiasi dan memotivasi saya. Bahwa tidak ada salahnya mencoba hal yang baru.
Singkat cerita, saya akhirnya memutuskan resign dari perawat kamar bedah...
"Pengecut, Penghianat... !"
"Rumah Sakit sudah mengajarimu dari nol, dari tidak tahu apa-apa, sekarang kamu malah ninggalin..."
Beberapa kalimat tadi disampaikan langsung ke saya, dan beberapa lagi bahkan saya terima melalui pesan singkat di Whatsapp meskipun mungkin maksudnya bercanda karena diakhiri dengan emoticon tertawa wkwk. Namun sedikit banyak pasti ada baper juga wkwk. Semenjak saat itu saya bertekad, bahwa saya tidak ingin membuat keputusan ini menjadi salah. Apapun kemudian yang saya akan hadapi, maka hadapilah...
Dan saat ini dua tahun atau lebih telah berlalu, awalnya benar-benar sangat berat. Saya memulainya dari menjadi anak bawang lagi. Saya merintisnya dari nol lagi. Saya belajar lagi karena begitu banyak hal yang harus dipelajari. Ini merupakan dunia baru dan zona baru. Ini bukan hanya tentang rumah sakit. Ini bahkan lebih kompleks dari itu.
Semenjak masuk dan memulai pekerjaan baru ini, saya harus ditraining di Jakarta selama tiga bulan lamanya. Training yang saya anggap tidak main-main. Apalagi perusahaan berani menanggung segala hal baik akomodasi, transportasi hingga uang saku selama masa training. Uang saku yang menurut saya cukup besar kala itu. terlepas dari itu, memang banyak yang perlu saya pelajari dari awal, mulai dari Product Knowledge, Communication Skills, Surgical Tehnique, Administrasi, dan begitu banyak topik.
Sepanjang tahun 2023, merupakan tahun efektif pertama sebagai salesman. Tahun yang panjang dan penuh tantangan, hampir setiap hari memikirkan target dari perusahaan. Pada tahun ini Setiap malam rasanya lebih lama dari biasanya. Karena beban moral memikul target yang cukup berat rasanya. "Apakah perasaan ini merupakan perasaan yang sama bagi salesman baru seperti saya...?"
Ada begitu banyak cerita ditahun ini, terutama coverage area saya merupakan area kering bagi perusahaan. saya diberikan tanggung jawab untuk mengembangkan area kering ini. karena beberapa orang atau karyawan sebelumnya tentunya gagal di mata perusahaan. Sebut saja dua atau tiga orang yang dipercaya mengembangkan area Sulawesi yang saat ini menjadi area saya pernah gagal total. salah dua diantaranya meninggalkan dosa dan noda di hadapan konsumen. Nama perusahaan menjadi rusak pada beberapa outlet dan konsumen.
"Tidak tahu, apakah kita akan menemukan orang yang benar untuk Sulawesi!?"
Begitu kira-kira kalimat pesimis manajemen saat interview. Kalimat yang menghadirkan mental block untuk diri sendiri bukan?. Pernah ada di masa-masa sepertinya saya bukan orang yang tepat untuk mengembangkan area ini. Sepertinya saya juga akan gagal sama seperti yang sudah-sudah. sama seperti mereka saya hanyalah seorang pecundang. takdir saya mungkin bukan didunia marketing. Sehingga tahun ini cukup berdarah-darah dan berat. Pernah dicaci bahkan di maki oleh konsumen. Karena dosa masa lalu sales sebelumnya harus saya tebus terlebih dahulu wkwk. Singkatnya, Tahun pertama akhirnya achieve meskipun didetik-detik terakhir yearly closing, ini benar-benar injury time. Padahal bila achieve tahun ini, akan diberi reward traveling sekaligus training di Thailand oleh perusahaan. hanya karena saya achieve di detik-detik terakhir maka saya tidak sempat didaftarkan dan berangkat ke Thailand saat itu. Agak sedih sebenarnya, namun apalah daya... Perjuangan terus dan harus berlanjut...
2024, merupakan tahun kedua saya survive. Menjadi seorang salesman alat dan implan orthopedi merupakan urusan yang tidak mudah. Bisnis ini benar-benar high-maintenance, karena setiap sales (penjualan) harus di treatment dan dimaintenance dengan baik. Menjadi seorang salesman tidak hanya mengurus persoalan penjualan dan pembelian. Kita juga harus siap asistensi dokter orthopedi dalam setiap tindakan dikamar bedah dan tentu harus didukung dengan utility instrumentasi yang lengkap. Disinilah tantangannya, sebagai seorang yang solo karir di area kering Sulawesi ini. harus melakukan berbagai macam bisnis dengan segala jenis alurnya seorang diri. Semenjak tahun pertama dan tahun kedua ini, saya belum juga diberikan utility instrumentasi yang lengkap. Penderitaan yang luar biasa bukan?.
Namun dua tahun telah berlalu, semenjak saya bergabung sedikit banyak (mungkin) perusahaan menilai bahwa saya sebenarnya mampu meningkatkan penjualan.
![]() |
| Foto : Reward Best Sales 2024 |
Tentu tidak menyangka, karena sampai tulisan ini ditulis saya merasa masih anak bawang dalam dunia marketing. Masih belum menjadi apa-apa dibanding senior marketing di area lain. Yang sudah memiliki tim yang luar biasa dan ditunjang utitilty yang memadai. Apapun bentuknya, tulisan ini hanya sekedar pengingat dan juga timeline kehidupan saya sendiri. Ini bentuk motivasi dan reward kecil dalam perjalanan saya. Bagaimanapun saya tentu masih jauh dari kata sukses, atau dari salesman hebat. Karena sebenarnya saya masih memulai perjalanan. Titik ini seperti checkpoint atau fase yang harus dilewati. Apapun bentuknya, kita masih harus berkontribusi lebih banyak untuk perusahaan. Sebagai tempat kita mencari nafkah, tempat kita meniti harapan untuk menyambung hidup.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar