SILENT MENTOR PROGRAMME : KEMATIAN YANG MENGAJARKAN KEHIDUPAN

    Sebuah kesempatan belajar yang luar biasa, terlibat dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan Silent Mentor Programme Orthopaedic and Traumatology Universitas Indonesia di Rumah sakit Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta Pada Selasa, 06 Februari 2024. Sebuah kegiatan yang mengajarkan bahwa kematian pun tak dapat membendung sebuah kebermanfaatan untuk nilai-nilai kehidupan. nilai ini secara tersirat didapat dari kesediaan para silent mentor mengajarkan secara langsung ilmu dan pengetahuan yang tidak cukup ditulis dalam buku-buku paling mahal sekalipun. Buku-buku yang boleh saja dapat menampung ribuan teori mengenai tubuh manusia didalamnya. Pengajar dalam diam. kira-kira begitulah gelar yang disematkan untuk para jasad yang merelakan tubuhnya dijadikan bahan pembelajaran secara langsung.
    Program Silent Mentor ini diselenggarakan 2 hari sejak senin untuk workshop kadaveric Arthroscopy dihari pertama, Senin, 05 Februari 2024. dan workshop kadaveric Arthroplasty dihari kedua, Selasa, 06 Februari 2024. 

    Menariknya, beberapa orang ilmuwan dan penulis pernah menyatakan diri untuk menyumbangkan jasad dan bagian organ tubuhnya untuk mendukung penelitian dan pendidikan. Sebut saja Albert Einstein, fisikawan terkenal ini pernah menyatakan untuk mendonasikan otaknya untuk penelitian ilmiah setelah kematiannya. hasilnya, otak Einstein ternyata memiliki karakteristtik yang unik pada bagian tertentu. misalnya, lobus parietal posterior nya memiliki lipatan-lipatan yang lebih kompleks dari rata-rata otak manusia. yang mungkin berkontribusi pada kemampuannya dalam pemikiran yang abstarak dan ruang-waktu. 

    Juga ada fisikawan lain, seperti Richard Fenyman yang terkenal dengan karya-karyanya tentang mekanika kuantum. menyatakan untuk menyumbangkan tubuhnya untuk kepentingan penelitian setelah kematiannya. Oliver Sacks, Penulis dan neurolog terkenal. H.G. Wells penulis fiksi ilmiah. Marry Roach penulis nonfiksi yang menggali topik-topik ilmiah dengan gaya lucu dan akrab.

Mereka semua adalah manusia-manusia hebat yang pernah menyatakan bersedia menyumbangkan jasadnya untuk keperluan pendidikan dan penelitian.
Sebuah apresiasi yang setingi-tinginya mari kita berikan kepada para silent mentor, baik yang diketahui atau tidak identitasnya. sebuah dedikasi yang tak akan pernah terputus dan semoga amal dan kebaikan para silent mentor dicatat dengan baik oleh sang khalik.

1 komentar:

Pages