WASPADA PENIPUAN, BERKEDOK BISNIS MLM

WASPADA PENIPUAN, BERKEDOK BISNIS MLM
--------------------------------------------
“Untuk menjadi sukses itu, harus berani ambil resiko dan nekat dek...”



Sekarang ini, tengah marak diungkap rangkaian kasus penipuan Money Game atas nama perusahaan bodong berkedok bisnis Multi Level Marketing di media-media televisi nasional maupun media elektronik. Sebut saja Q-NET.

Saya adalah salah satu orang yang pernah ditawari berulang-ulang oleh perusahaan bodong yang mengatasnamakan bisnis MLM ini. Tawaran itu awalnya saya dapatkan ditengah keresahan sedang mencari pekerjaan paruh waktu di kota Makassar. Sebagai pencari kerja, tentu saya dengan serius mempersiapkan persyaratan berkas untuk Apply di perusahaan tersebut. Namun saat itu, syaratnya justru tidak neko-neko. Cukup bermodal KTP saja, saya sudah dapat melamar pekerjaan tersebut. Modus awalnya, saya akan di interview sebagai salah satu Brand Ambassador produk kesehatan. (Siapa yang tidak tertarik :D )

Saya diminta untuk mendatangi sebuah gedung Diklat milik pemerintah. Mereka berdalih perusahaannya berkantor disana. Setelah sampai disana, saya diminta untuk menunggu. Karena pimpinan direksi perusahaannya belum sampai. Saya menemukan banyak pelamar lain. Setelah saya coba berkomunikasi dengan mereka, kebanyakan berasal dari luar kota Makassar. Bahkan ada yang jauh-jauh datang dari Kalimantan dan Palu hanya untuk menghadiri interview tersebut. Anehnya, kami sengaja di dudukkan di tempat yang berbeda-beda dan di kawal ketat masuk satu persatu kedalam ruangan.

Dan setelah masuk ruangan, BYARRR!! Ternyata diruangan tersebut adalah seminar. Tak ada omong-kosong interview yang sebelumnya di janjikan. Tak sampai disitu saja, semua peserta yang sudah masuk dilarang untuk keluar ruangan. Meski ada beberapa yang berhasil, tentu dengan sedikit memaksa dan ribut dengan panitia. Mereka yang datang jauh-jauh ada beberapa meneteskan air mata. Saya memilih untuk bertahan menikmati penyajian materinya. Dan sekotak makanan yang bertuliskan “PANEN DUIT BERSAMA Q-NET”.  Awalnya, saya cukup menikmati materi-materi yang dibawakan. Karena disajikan oleh Motivator (katanya) yang cukup membuat saya terinspirasi. Meskipun materinya dipenuhi dengan iming-iming kekayaan dan kesuksesan. Pamer harta, rumah, dan mobil mewah. Lebih tepatnya, mungkin bukan terinspirasi. Melainkan jiwa kemiskinan saya yang meronta-ronta kala itu :D . Setelah seminarpun saya tidak dibiarkan untuk pulang kecuali setelah menyetorkan KTP. Dan KTP saya harus ditebus dengan uang 8 (Delapan) Juta Rupiah. Sebelum pulang, saya juga di beri tips untuk menebusnya. Di beri opsi menggadaikan motor, menjual laptop, atau meminta langsung pada orangtua dengan bahasa yang cukup meyakinkan bahwa saya akan diterima disebuah perusahaan internasional.

Mereka bilang

“Untuk menjadi sukses itu, harus berani ambil resiko dan nekat dek...”

Mungkin ada benarnya.

Baik.

Apasih Itu MLM?
Multi Level Marketing atau yang disingkat MLM itu adalah sebuah strategi pemasaran bisnis berjenjang atau berantai yang berbasis pada jejaring sosial. Saat ini, di indonesia telah marak berdiri perusahaan-perusahaan yang menjalankan bisnis berbasis MLM ini. Di tengah fenomena tersebut, ada banyak pula penipuan berkedok MLM. Sebenarnya MLM itu tidak salah. Ingat, MLM adalah bisnis. Yang salah itu adalah oknum yang memanfaatkan MLM sebagai bisnis padahal penipuan. Saya punya banyak teman yang benar-benar sukses di MLM, misalnya PayTren, Tupperware, Oriflame, Sophie Paris dan lain sebagainya.

Nah, berhubung karena ada banyak testimoni yang merasa dirugikan setelah bergabung dengan perusahaan bodong berkedok MLM ini. Bahkan pernah beberapa waktu lalu saya diceritakan, dikampung saya sempat heboh dengan kehadiran MLM bodong ini. Namun mayoritas masyarakat percaya, dan dapat prediksi, uang mereka tak kembali sampai sekarang.

Untuk itu, Saya akan berbagi beberapa tips untuk membedakan mana MLM sebagai bisnis dan mana MLM palsu? Tips ini saya ambil dari terjemahan tulisan Jon M. Taylor, PhD
  1.  “Downliner Oriented” Merekrut Anggota Baru Tanpa Batas
  2. “Pay To Play” Membayar Biaya Awal yang besar
  3. “Not Produc Oriented” Tidak Berorientasi Pada Penjualan Produk
  4. Menawarkan Komisi kepada lebih dari 5 tingkat distributor
  5. Alokasi Keuntungan lebih besar didapatkan oleh upliner

1. “Downliner Oriented” Merekrut Anggota Baru Tanpa Batas
Jika keuntungan didapatkan dari jumlah anggota baru yang berhasil kita recruit atau ajak. Kita diwajibkan untuk mendapat downline atau bawahan dan downline wajib mengajak anggota lainnya juga. Begitu terus selanjutnya. Maka ini adalah tanda-tanda besar MLM bodong atau palsu. Karena menguntungkan bagi member yang diatas dan memberatkan bagi member yang di bawah

2. “Pay To Play” Membayar Biaya Awal yang besar
Dalam membangun sebuah bisnis tentu membutuhkan modal. Namun modal yang kita punya harus sebanding dengan nilai produk yang kita dapatkan. Jika ada perusahaan yang menawarkan sebuah produk yang biayanya lebih mahal dibanding nilai jualnya. Fix itu MLM Bodong atau palsu. MLM yang benar adalah biaya awal membernya tidak begitu mahal dan sebanding dengan nilai produk yang kita dapatkan.

3. “Not Produc Oriented” Tidak Berorientasi Pada Penjualan Produk
MLM yang benar adalah sistem pemasaran yang berorientasi pada produk bukan pada downliner. MLM yang benar adalah yang menjadikan downline sebagai distributor produk.

4. Menawarkan Komisi kepada lebih dari 5 tingkat distributor
Jika sebuah perusahaan menawarkan komisi kepada lebih dari 5 tingkat distributor berarti mereka telah melakukan penipuan skema bisnis piramida. 5 tingkat tersebut adalah manajer penjualan internasional, nasional, regional, distrik dan cabang. Jika masih ada bonus untuk distributor di bawah cabang maka itu adalah MLM bodong.

5. Alokasi Keuntungan lebih besar didapatkan oleh upliner



Semoga informasinya bermanfaat, dan dapat dishare ke orang lain agar tidak termakan dengan tipudaya penipuan yang berkedok bisnis. Jika ada testimoni yang lebih menyakitkan soal MLM bodong silahkan beri komentar yang bijaksana dibawah. Wassalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages