Saya membuat secarik lirik puisi ini ditujukan untuk seseorang yang lama mengisi hati. Puisi ini merupakan deskripsi hati dalam mengenang cintanya. Cinta yang kini telah menjadi duka. seseorang yang telah lama diperjuangkan namun hilang entah kemana.
Sebelumnya saya pernah membuatkan puisi ini musikalisasi. namun sepertinya file videonya rusak. jadi yang diposting dalam blog ini hanya bait-bait saja. semoga dapat dicerna. dari hati akan sampai ke hati.
Lama memperjuangkan orang yang mengaku cinta namun akhirnya justru menimbulkan luka
Banyak janji yang terucap ketika masih bersama namun ternyata semua itu dusta belaka
Terlalu sering kita bersama sehingga tiba pada titik jenuh yang membuatmu berani meninggalkan semua
Kalau cinta punya tanggal kadaluarsa untuk apa rencana berumah tangga kita yang sudah disusun seksama
Lebih baik tak saling mengenal sejak awal daripada berpura-pura melupa ketika akhir
Sungguh, mengenalmu hanyalah masa bertahun-tahun yang sia-sia dengan sempurna.
Kejahatanmu meninggalkan, membuatku berani menarik kesimpulan bahwa wanita kejam hebat melisankan kebaikan
Kamu adalah bukti bahwa kesengsaraan itu ialah keniscayaan yang menyakitkan
Aku kehabisan nyawa ketika berupaya melakukan kemustahilan yaitu menghapuskan kenangan
Saat ini, aku sedang menderita satu-satunya penyakit yang tak dapat disembuhkan, melupakan
Mengenalmu menjadi satu-satunya penyesalan kenapa aku diciptakan lalu diberi nyawa
Menjadi serba salah ketika aku dihadapkan pada pilihan untuk melupa atau tetap mencinta.
Karena keduanya berpotensi sama menjadi duka
Lara
Lama memperjuangkan orang yang mengaku cinta namun akhirnya justru menimbulkan luka
Banyak janji yang terucap ketika masih bersama namun ternyata semua itu dusta belaka
Terlalu sering kita bersama sehingga tiba pada titik jenuh yang membuatmu berani meninggalkan semua
Kalau cinta punya tanggal kadaluarsa untuk apa rencana berumah tangga kita yang sudah disusun seksama
Lebih baik tak saling mengenal sejak awal daripada berpura-pura melupa ketika akhir
Sungguh, mengenalmu hanyalah masa bertahun-tahun yang sia-sia dengan sempurna.
Kejahatanmu meninggalkan, membuatku berani menarik kesimpulan bahwa wanita kejam hebat melisankan kebaikan
Kamu adalah bukti bahwa kesengsaraan itu ialah keniscayaan yang menyakitkan
Aku kehabisan nyawa ketika berupaya melakukan kemustahilan yaitu menghapuskan kenangan
Saat ini, aku sedang menderita satu-satunya penyakit yang tak dapat disembuhkan, melupakan
Mengenalmu menjadi satu-satunya penyesalan kenapa aku diciptakan lalu diberi nyawa
Menjadi serba salah ketika aku dihadapkan pada pilihan untuk melupa atau tetap mencinta.
Karena keduanya berpotensi sama menjadi duka
Semoga seseorang yang ditujukan puisi ini suatu hari membaca dan sadar bahwa sejak lama ada yang memperjuangkan dan menunggunya disini. akhir kata terimakasih banyak.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar