KEPERAWATAN, SALAH JURUSAN ?

KEPERAWATAN, SALAH JURUSAN ?
----------------------------------------------------

Sebenarnya tidak ada yang salah dari dilema salah jurusan. Yang salah ketika kamu salah bersikap saat menghadapi dilematik-nya. Yang salah itu ketika kamu memilih untuk ugal-ugalan kuliah atau justru berhenti kuliah. Yang salah itu ketika kamu merasa gagal terhadap pilihan-pilihan yang telah kamu buat. Lalu putus asa dalam kehidupan.

Lokasi : Universitas Hasanuddin Makassar, 2017

Awalnya saya tidak ingin menuliskan hal ini. Namun pada beberapa waktu lalu ada seseorang yang mengirimkan beberapa pertanyaan menggelitik pada saya via Whatsapp. Salah satunya :

"Kak, tidak pernah merasa salah jurusan?"

Begitulah kira-kira cara ia bergurau pada saya.

Saat mahasiswa, pada banyak kesempatan, disetiap kali saya membawakan beberapa materi ringan di kampus saya ataupun kampus lain yang ada di kota Makassar, saya selalu saja menyisipkan pertanyaan menggelitik untuk audiensnya, dimana mayoritasnya adalah junior-junior saya kala itu.

"Dari teman-teman disini, siapa yang merasa salah jurusan?"

Kira-kira seperti itu pertanyaannya. Dan pasti ada saja dari mereka yang mengacungkan tangan.

Saya yakin, pertanyaan ini tentu selalu menghantui para mahasiswa di awal atau akhir masa study. Kebanyakan dari kita, selalu merasa kurang klop dengan jurusan yang telah kita pilih. Perasaan itu muncul setelah sedikit banyak kita mulai tahu tentang jurusan pilihan kita. Atau bahkan kita merasa sulit untuk beradaptasi dengan materi-materi kuliah di jurusan tersebut. Dan bukan hanya di jurusan keperawatan. Jurusan lain pun banyak demikian. Bahkan di jurusan yang paling prestidge sekalipun.

Saya pun pernah merasa seperti itu, namun bedanya, balada salah jurusan saya rasakan sejak usia SMA. Tanda tanya itu muncul karena kala itu saya sekolah di SMK Kesehatan dengan konsentrasi Keperawatan (jurusan yang sama dengan jurusan kuliah saya). Tepatnya di SMK Kesehatan Kota Bau-Bau (Siapa tahu ada yang satu sekolah 😁)

Salahkah jika merasa demikian? 
Sebenarnya tidak ada yang salah dari dilema salah jurusan. Yang salah ketika kamu salah bersikap saat menghadapi dilematik-nya. Yang salah itu ketika kamu memilih untuk ugal-ugalan kuliah atau justru berhenti kuliah. Yang salah itu ketika kamu merasa gagal terhadap pilihan-pilihan yang telah kamu buat. Lalu putus asa dalam kehidupan.

Bagaimana dengan pindah jurusan?
Sebenarnya itu pun tidak mudah. Kamu harus siap dengan segala konsekuensinya. Kamu harus siap membuang rupiah demi rupiah dan tentunya waktu yang kamu punya. Untuk teman-teman yang berasal dari keluarga yang mampu finansial boleh saja langsung pindah jurusan. Namun itupun butuh usaha untuk meyakinkan keluarga khususnya orang tua.

Lalu bagaimana dengan teman-teman yang memilih terpaksa untuk bertahan?
Berikut saya beri tips nya😁
Tentu tips dari saya ini bersifat subjektif, dan tidak mutlak benar.
1. Kamu harus kembali merefleksikan diri, sembari memproyeksikan bagaimana masa depanmu kelak. Akan menjadi siapa kamu nanti?. Akan berbuat apa kamu untuk bangsa ini? Ini mungkin berat, namun coba untuk berfikir lebih keras. Dengan begini tentu memudahkan kamu untuk menentukan sikap, atau lebih tepatnya membulatkan tekad. Bahwa kamu harus siap menerima segala konsekuensi dan tanggungjawab dari profesi yang akan kamu geluti dimasa mendatang.
2. Cobalah untuk tetap menikmati segala prosesmu selama menjadi mahasiswa. Dengan berbagai problem dan dilematika hidupnya yang khas. Menjadi mahasiswa itu sebenarnya proses yang menyenangkan. Syukuri dan Nikmati.
3. Kamu harus coba untuk eksplorasi dirimu lebih jauh. Bergabung dengan berbagai macam komunitas dan organisasi yang cocok sesuai passion-mu. Jika kamu menyukai bidang seni, coba untuk join dengan UKM seni. Jika kamu menyukai Dakwah, coba untuk gabung dengan Lembaga Dakwah Kampus. Di kampus ada banyak unit kegiatan yang bisa meng-improve dirimu menjadi lebih baik. Agar kehidupan mahasiswamu tidak sekadar 4K (Kos-kampus, Kos -Kampus). Saat kamu bergabung dengan organisasi kampus tentunya dapat menambah koleksi teman-teman baru. Juga bisa memperluas relasi yang kamu punya yang tentu sangat kamu butuhkan selepas kuliah.

Bagaimana Saya (dulu) Saat Kuliah ?
Saya ini orang yang biasa-biasa saja. Tidak begitu istimewa kecuali di mata si doi *Ehhh. 
Saya hanyalah pribadi yang sama dengan yang lain. Ada banyak mahasiswa yang lebih baik dari saya (tentunya). Namun saya adalah pribadi yang suka mencoba berbagai macam hal dan berbagi segala hal. Ada banyak hal yang pernah saya lakukan dan tentu sangat tidak cukup diceritakan melalui tulisan ini. Oh iya, yang paling penting sebagai mahasiswa juga harus tertarik dengan aktivitas literasi. Membaca-Menulis-dan Diskusi. jika tidak, lebih baik mahasiswa itu mati.

Lokasi : Benteng Somba Opu Makassar, 2016


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages