CORONA, BENCANA ATAU PROPAGANDA?

CORONA, BENCANA ATAU PROPAGANDA?

-Indra Yadi Muin


Berhubung bumi kita sedang krisis kesehatan dan krisis ketenangan akibat secuil makhluk tuhan yang berukuran mikroskopis. Yakni Coronavirus disease 2019 atau disingkat COVID-19.
Kali ini mari kita angkat topik ini sebagai diskursus intelektual kita.

Interaksi antara Manusia dan Virus

Sebenarnya manusia dan virus itu sudah berinteraksi sejak lama semenjak bumi dan seisinya ini mulai tercipta. Di bumi kita ini, jumlah virus tidak dapat terhitung banyaknya. Bahkan jumlahnya triliunan kali lipat dibanding dengan jumlah populasi manusia didunia.

Virus corona juga sebenarnya telah lama eksis di dunia, virus ini pertamakali mewabah sejak tahun 2002 di Guangzhou, China yang dikenal sebagai SARS (Severe acute respiratory syndrome). Membunuh 774 jiwa selama 2 tahun.

Lalu ada keluarga coronavirus lainnya yang mulai mewabah di wilayah timur tengah negara Arab saudi pada tahun 2012, dikenal sebagai penyakit MERS (Middle-East Respiratory Syndrome). Membunuh 866 jiwa dalam kurun waktu 3 Tahun

Kemudian muncul coronavirus disease 2019 disingkat COVID-19. Pertama kali mewabah di negara China tepatnya dikota Wuhan pada akhir tahun 2019 lalu. Virus ini belum pernah ada sebelumnya. Tingkat penyebarannya begitu cepat. Terhitung hingga per hari ini, terdapat 33.257 jiwa melayang hanya dalam kurun waktu 3 bulan.

Padahal dari segi presentase tingkat kematian coronavirus termasuk kecil dibanding kakak-kakaknya SARS & MERS. Namun tingkat penyebaran COVID-19 puluhan kali lebih agresif dan ganas dibanding saudaranya.

Sangat begitu mengherankan dan tidak masuk akal jika wabah ini ialah bencana alam biasa. Karena manusia telah berdampingan hidup dengan virus sejak ribuan tahun lalu. Dan tiba-tiba muncul salah satu jenis virus yang ekstrim dan liar ini, sehingga dapat berkembangbiak dengan cepat. 

Apa Penyebabnya?
Mari kita telisik sejarah. Sepanjang bumi kita berotasi, wabah yang berstatus pandemik didunia pertama kali terjadi sejak Perang Dunia pertama tahun 1918. Pandemik pertama didunia kala itu ialah wabah influenza. Yang mengakibatkan 50 juta jiwa meninggal dunia.

Anehnya, pemerintah dan militer AS pernah mengaku dihadapan media massa bahwa mereka mengembangkan senjata biologis pada Perang Dunia pertama sehingga membunuh orang-orang yang tak berdosa di St. Louise.

Ini adalah salah satu informasi dari National Library of Medicine Amerika Serikat bahwa influenza dapat berperan sebagai bioweapon atau senjata biologis.


Lalu mengapa coronavirus begitu sangat agresif menyebar?

Berikut adalah penjelasan ilmiah dari badan virologi ELSEVIER Science Direct sejak tahun 2017


Bahwa coronavirus dapat mereplikasi diri lebih cepat apabila ada modifikasi genetik pada asam amino virus. Artinya Virus yang mematikan seperti SARS dan MERS yang pernah mewabah sebelumnya akan berkali-kali lipat lebih muda menyebar apabila ditambahkan asam amino pada tubuh virus.

Pertanyaannya sekarang, 
Apakah COVID-19 berevolusi sendiri menjadi lebih ganas? Atau justru hasil rekayasa genetik dari laboratorium ilmiah?

Menariknya, pertanyaan diatas juga telah dijawab oleh Prof. Chi Tai Fang dari National Taiwan University bahwa penambahan asam amino pada COVID-19 adalah hasil rekayasa genetik dilaboratorium. Karena virus tidak memiliki mutasi genetik untuk mengembangkan jumlah asam amino secara agresif.


Dari beberapa sumber kredibel diatas, manteman dapat menarik kesimpulan sendiri. Apakah terbukti bahwa coronavirus merupakan senjata biologis yang dibuat oleh manusia. Atau hanya bencana biasa. Apakah corona merupakan bencana atau propaganda belaka.

Bagaimana seharusnya kita menanggapi korona?

Mari kita hadapi dengan bijaksana. Kita tidak boleh abai terhadap virus ini, melainkan juga tidak boleh lebay. Apalagi sampai memakai baju hazmat saat keluar beli sayur dan tomat ke supermarket.
Tetap stay at home #DirumahAja dan jaga diri, rajin berolahraga serta perbaiki nutrisi. Oh ya, jangan lupa juga untul berdoa!

Coronavirus memang bahaya, tapi kepanikan publik lebih berbahaya. Akan dapat memicu kerusuhan, ketidakstabilan sosial, penjarahan dan lain sebagainya.

Lihat saja, harga-harga sembako sudah mulai meninggi dan mahal. Apalagi jika terjadi kepanikan yang luarbiasa nantinya. Jadi, Mulai sekarang stop share berita yang menakut-nakuti masyarakat tentang corona. Lebih baik kita berbagi informasi yang positif dan menenangkan.

Oh ya, juga tolong cukup-cukup meneriakkan Lockdown atau karantina wilayah. Sungguh terlalu riskan jika pemerintah sampai memutuskan demikian. Lockdown hanya akan dapat membunuh perputaran ekonomi kita. Negara tidak akan punya pemasukkan. Jika begitu, mengurus kamu-kamu itu akan pakai apa jika bukan pakai uang. Kalau cadangan keuangan kita menipis pasti akan berutang lagi. 

Sebenarnya fenomena ini sangat erat kaitannya dengan teori konspirasi. Tapi aargh!! Terlalu berat untuk dibahas di blog ini. Yang pasti tentu ada campur tangan beberapa elite global untuk melancarkan propaganda dengan progran depopulasi umat manusia, menciptakan kepanikan publik, krisis ekonomi, dan tentu mereka meraup keuntungan dibalik bencana ini.

Tentu blog ini penuh ketidaksempurnaan sama dengan penulisnya, jika teman-teman ingin menanggapi atau memberi masukkan. Silah isi dikolom komentar☺

Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages